Mungkin hampir semua kita tau atau setidaknya pernah mendengar perayaan Thanksgiving di Amerika.
Thanksgiving day begitu penting dikehidupan orang Amerika (USA) karena biasanya seluruh keluarga akan berkumpul dan makan siang bersama sama.
Malah lebih meriah lagi, keesokan harinya pagi pagi sekali, saat sebelum matahari terbit, saat hari masih gelap, Mal Mal membuka tokonya dan mengadakan discount besar besaran.
Karena hari masih gelap tetapi mall sudah buka maka disebutlah hari itu BLACK FRIDAY, karena Thanksgiving day dirayakan pada tiap hari Kamis terahir di bulan November.
Sudah hal yang biasa kalau orang orang mengantry mulai tengah malam, untuk memastikan mereka masih kebagian Barang yang mereka inginkan, karena biasanya sebelum jam sembilan pagi banyak barang barang yang biasa diperlukan seperti TV, Kulkas, Stereo System sudah habis terjual.
Antrian panjang sampai kejalan jalan, sudah menjadi pemandangan yang biasa pada malam Black Friday.
Tetapi tahukah anda asal muasal perayaan Thanksgiving…?!
Thanksgiving pertama kali dirayakan diawal abad tujuh belas.
Setelah melewati musim dingin yang pertama di Amerika, para pendatang dari Inggris yang membuka lahan baru untuk pertanian di bantu oleh orang orang Indian, penduduk asli Amerika, mereka berhasil memetik hasil panen pertama mereka.
Mereka mengadakan perayaan syukur atas keberhasilannya itu, yang sampai sekarang menjadi Thanksgiving day, atau Pesta panen.
Untuk menandai tempat pertama mereka berlabuh dan mendarat, sekarang dibuatlah First Landing National Park di daerah sekitar Virginia Beach, ditempat pendaratan mereka.
Sayang beberapa tahun kemudian, orang orang pendatang baru ini malah menyerang dan membunuh para penduduk asli Indian, Penolongnya.
Saya jadi teringat dikampung halaman saya di Simangumban Pahae, disana dahulu juga ada perayaan “PESTA GOTILON”….Pesta Panen, ditetapkan hari tertentu setelah panen, masing masing orang membawa hasil panen mereka, termasuk juga Kue kue, masakan, buah buahan…atau apa saja yang bisa dinikmati.
Dikampung saya MUSLIM dan KRISTEN masa itu sangat berbaur dan tak ada gap atau perbedaan dirasakan, apalagi pada umumnya masing masing masih punya ikatan persaudaraan, bahkan dalam satu keluarga bukan pemandangan yang aneh kalau berbeda keyakinan, dua anak MUSLIM sementara anak yang lainnya KRISTEN….tidak menjadi masalah, kalau ada acara adatpun mereka akan duduk bersama….tentunya kalaupun yang berpesta KRISTEN, Dia akan menyesuaikan hidangan yang HALAL bagi saudaranya yang MUSLIM.
Hal inipun berlaku di Keluarga saya…Tiga kakak saya (satu laki laki seorang USTAD,dan dua perempuan) adalah MUSLIM, sementara saya dan tiga kakak lainya KRISTEN.
Pada PESTA GOTILON, semua bawaan masyarakat akan dikumpulkan, kemudian dibagikan untuk dimakan bersama, saling tukeran makanan.
Sebagian “Produk” terbaik disisakan, ini “Dijual” kepada pembeli yang suka rela, dan hasil penjualannya akan dikumpulkan dan dipergunakan untuk Dana kegiatan sosial.
Disana dikenal ada kumpulan yang biasa disebut sebagai STM…Syarikat Tolong Menolong….yang tujuannya untuk saling membantu sesama.
Hasil penjualan makanan tadi digunakan untuk membeli alat alat keperluan Pesta, seperti Tenda, Piring, Gelas dsb, untuk dapat dipergunakan bersama.
Karena tujuannya sosial tak heran orang akan membeli dengan harga yang “tidak wajar” misalnya satu sisir Pisang bisa dibayar seratus ribu rupiah….toh tujuannya untuk menghimpun dana keperluan bersama.
Yang lebih lucu lagi….tidak jarang Pembelinya adalah orang yang membawa alias Pemiliknya sendiri…….
Sayang kebiasaan itu sekarang perlahan sirna…..
Menurut informasi yang saya terima, ini disebabkan perobahan system penjualan yang tadinya hanya suka rela….dirobah menjadi semacam Bidd atau lelang…jadi penawaran tertinggi yang mendapatkannya…..
Memang dengan system ini Pemasukan uang akan berlipat ganda, karena akan memacu “Ego dan Gengsi” orang Batak yang terkenal sensitive itu.
Tetapi akibatnya banyak orang yang memaksakan diri demi “Gengsi”, padahal akan sangat terbebani membayarnya…bahkan kadang tak mampu bayar sama sekali.
Dampak negativenya juga sangat menekan si Miskin…dia akan merasa sangat terhina tak bisa berpartisipasi pada Pesta syukuran yang nota bene untuk berbagi kegembiraan bersama sama.
Semoga Para saudara saudaraku dikampung bisa menyadari hal ini….
Bang Michael, aku sudah siap untuk serangan di hari Black Friday…
Buat oleh-oleh saudara di kampung. Berat badan akibat Thanksgiving tahu lalu belum berkurang sekarang sudah thanksgiving lagi..
Semoga pesta panen yang ada di kampung abang itu bisa dihidupkan lagi tanpa harus membebani dan melibatkan gengsi. Thanks
Michael:Keinginan saya juga begitu Mbak…..sayang kan Culture yang begitu Indah…harus Sirna tanpa bekas…
Wah asyik dong bisa makan kalkun panggang…jadi ngiler ni:-)
Michael:Yah…paling paling saya beli diRestorant….soalnya ribet kalau membuat sendiri…maklum saya PANGLATU….apa apa dilakoni sendiri….termasuk tidur sendiri…he..he..he…..
pengen ada di sana dan ikutan acaranya…hikss
Michael:Kemari aja…tapi kalau kemari saya pesan satu ya…..(kedip kedip mata…he..he..he..) siapa tau punya Adek, Ponakan, Bibi, atau Tetangga yang bisa dijadikan Permaisuri……he..he..he….
yan9 daku in9at di thanks 9ivin9 tuch kalkun ban9..
tauna ju9a dari pilem pilem heheh..
mmm..be9itulah ban9,seirin9 den9an per9eseran jaman maka banyak perubahan pada budaya..padahal sayan9 ya ban9,harusnya dilestarikan..
ban9,mauuu dunks thanks9ivin9na..makasiiii..:)
Michael:Kemari aja Dek…..biar bisa ngerayain bersama saya oke…?! Kamu akan saya beri satu Kalkun yang Utuh…..nah looo…….puas puasin deh…..he..he..he….
Sudah lama meninggalkan kampung halaman tapi tetap ingat dengan tradisi2 di kampung. Succes terus ya Tulang…!!!, Mungkin orang kampung ( Simangumban Pahae )selalu merindukan kehadiran Tulang.
Michael:Mauliate Bere…..saya usahakan mengingat semampu saya.
Bang aku ikutanya…melihat kemeriahanya aku titip didua bola matamu….aduh coba negara tetangga aku pasti kesana… hihihi…
ya…banyak hal yang dulunya,rasa kekeluargaan begitu baik,dekat..sekarang pelan-pelan hilang…seakan-akan dianggap tak modern…seharusnya tetap dilestarikan…walaupun setahun sekali setidaknya rasa kekeluargaan begitu dalam dan bisa dirasakan oleh kira-kita.
Selamat,ternyata kehidupan diAmerika begitu hangat!
Michael:Sebenarnya setiap Negara yang saya telah lalui…selalu ada hal Positive dan Negativenya…tergantung kita saja mau mengikuti yang mana….jangan sampai kita ikut ikutan merayakannya….tetapi tidak mengerti…asal muasalnya…Misalnya: saya dengar dibeberapa negara Asia termasuk Indonesia….sudah banyak orang yang merayakan Halloween…..taukah mereka apa dan mengapa Halloween itu dirayakan dan untuk apa….?
Pesta gotilon yang syarat dengan kebersamaan dan toleransi itu kini hilang entah kemana lae. Walaupun tidak pernah mengalami, tapi kelihatannya sangat indah, sekarang ini yang tersisa hanya kecurigaan dan pamer kekayaan bagi yang kaya, dan ironisnya pamer me mamer itu dibesarkan/disosialisasikan digereja yang paling besar di daerah kita.
Salam kenal.
Michael:Betul sekali Lae…..sedih saya melihatnya…..kehidupan Pedesaan yang selalu akur dan tenteram….tertoreh oleh pergesekan dan ketamakan…..pertanyaan saya adalah…….APA SEBENARNYA YANG KITA CARI DALAM HIDUP INI…..?! KEBAHAGIAAN bukan…?!..mampukah Harta dan Kesombongan membuat BAHAGIA…?! ….Tidak..!!!
Semoga Orang orang Batak memahami ini….jangan berharap orang lain akan memperbaikinya…harus kita perbaiki sendiri….
Terima kasih atas kunjungannya.
ngikuuuttt..
Michael:Ayoooo…….he..he..he….
wahhh….selain ada makan2nya, sepertinya yang paling ditunggu2 adalah acara “diskonnya”…
hehehe…. benar ga to?
Michael:Betul Ito….banyak yang khusus menunggu BLACK FRIDAY…kalau mau beli barang barang Electronic, seperti TV, audio systems, Computer dll soalnya harganya bisa hanya setengah dari harga normal.
seperti halnya acara tradisi yang lain, agaknya selalu berubah dan bergeser mengikuti perkembangan zaman, bung michael, tak terkecuali thanksgiving. wah, rasa2nya kok hampir setiap peristiwa di amerika di-”day”-kan, ya bung, hehehe …
Michael:Betul sekali Pak…..dan semuanya dimanfaatkan untuk komersialisasi…UUD ujung ujungnya Duit…semuanya bisa dikemas sedemikian rupa agar ada nilai ekonomisnya.
benar bang, aku ingin sekali sekali ke sana ke tempat abang. menyaksikan segalanya.
but just only lewat tulisan abang pun aku sudah merasa happy. anggap saja akupun ada disana.halah. ceritakan segala yg terjadi di tempat abang ya! okey
salam hangat selalu untuk semua yang menyayangimu
Michael:Saya Doakan semoga keinginan Anda suatu saat akan tercapai….akan saya usahakan.
mksih atas crita ttg thnks givingnya,berbagi cerita n pglaman adalah hal yg mulia..ya bang..btw,dr kmrn abang ngmong PANGLATU trus..kan disana pasti ada boru batak yg kuliah/kerja,masa gada yg kcntol?hehehe..
eh,bang mamakku lg pulangkampung kmedan tp ke asahannya.
Michael:Bah….kenyataannya begitu mau diapain Ito….?! makanya bantu bantulah Itomu ini….
Kebetulan didaerah saya ini bukan tujuan Pavorite untuk melanjutkan Study….dan yang kerja pun nggak ada Ito…..jadi yang sabar sabar ajalah awak, sampai nanti ada waktu pulang Kampung…terus pasang iklan di Radio radio….he..he..he….
Asyik….oleh olehnya dong…..BTW saya juga ada cerita tentang Asahan….tepatnya Kisaran, tapi sabar dulu ya….tunggu tanggal mainnya…..he..he..he….
jadi tambah ilmu saya deh mengenai sejarah perayaan thanksgiving.
saya pikir perayaan apa pun saat ini memang sudah kian bergeser dari idealisme awalnya, mungkin pengaruh konsumerisme dan hedonisitas, sehingga semuanya jadi profit oriented.
tapi apapun alasannya, perayaan memang bermakna sebagai ajang pemersatu suatu komunitas.
salam, bang siregar!
Michael:Salam kembali…Terima kasih atas kunjungannya…..Betul sekali, apa pun Perayaannya…yang penting mempunyai nilai positif bagi Kemanusiaan….perlu kita pertahankan.
numpang berteduh ahh.. di luar dingin..
Michael
ipersilahkan….duduk duduk dengan santai sambil meminum kopi….?! Terima kasih.
kayaknya seru banget….
mupeng
Michael:Terima kasih atas kunjungannya.
Seru ya….dua tahun lalu menantu (calon) masih dapat merayakan thanksgiving day di Miami bersama Grandma (tempat kostnya) dan teman satu kost. Karena putranya grandma terkena kasus sub prime mortgage, maka menantuku terpaksa cari tempat lain, karena anak grandma yang kehilangan rumah dan bangkrut kembali ke rumah ortunya.
Dan kali ini, menantuku lagi kursus di Puerto Rico…sedang suaminya di Fairfield, Iowa…..
Menarik memang, tapi kadang budaya juga harus disikapi dengan baik, agar tidak jor-jor an yang akhirnya malah jadi beban
Michael:Betul sekali Tante…..saya melihat hal hal seperti ini sedang terjadi di Suku Batak…banyak pemborosan dan pembiayaan yang kurang efisien untuk pembangunan …..
“Saya jadi teringat dikampung halaman saya di Simangumban Pahae, disana DAHULU juga ada perayaan “PESTA GOTILON”….”
jadi sekarang tidak begitu lagi Lae?
Di kampung saya (Hutagaol – Balige) masih demikian, meskipun berbeda agama, tetapi kalau ada kegiatan pasti duduk bersama
Ibu saya dulunya agama Kristen, kemudian masuk Islam karena menikah dengan Bapak saya. Jadi otomatis keluarga dari Ibu agama Kristen semua. Kami rukun dan damai setiap waktu
Michael:Semestinya begitu Lae….harusnya Iman kita harus menambah kerukunan antara Ummat, bukan malah sebaliknya……Terima kasih telah berbagi cerita.
sayang ya budaya yang begitu menarik harus bergeser demi gengi….padahal intinyakan kebersamaan, berbagi dan saling menghotmati…salam
Michael:Betul sekali…lebih parahnya kalau saling curiga sudah mulai berbenih….sangat susah dan butuh waktu yang lama sekali memulihkannya….
Salam kembali…..Terima kasih atas kunjungannya.
makan enakkk yahh..
mau dunkkkk
Michael:BTW kapan kita jadi Berpesta Ito…?! biar makan enak kita….he..he..he….
thanksgiving..identik dgn Labu ya bang Mike?
Michael:Mungkin maksud Mbak Halloween kali yah…..kalu thanksgiving biasanya identik dengan Kalkun.
ow…begitu yah ceritanya…di manado (minahasa) sini juga ada pesta kayak gitu. kita bisa pergi ke tiap rumah dan numpang makan di sana,hehehe…pokoknya ngga ada perbedaan deh…
anyway, saya titip kulkas yah…yang diskonnya besar,hehehe
Michael:Satu kue Khas Manado yang saya ingat….Baubengka…masih adakah…?!
itoQ………. aku punya sesuatu untuk ito..
liat disini yah…
http://joicehelena.wordpress.com/2008/11/14/pr-award/
Michael:Bah…Terima kasih banyak Ito…..nanti saya lihat kesana ya…..
bah abang..kisaran itu kampungnya suamiku bang…dan orangtuaku dari tanjung balai asahannya..kek mana abangku ini…aku kalo pulang kampung semenjak kawin yaa ke kisaran..banyak juga sodara2 yg di sana…yang paling aku suka di kisaran makan tahu sumedang….ehmm..enak!
ceritakanlah bang
Michael:Setauku dulu….Kisaran itu Ibu kota Kabupaten Asahan……Tanjung Balai Kota madyanya….
itu bukan Tahu sumedang….itu Tahu China/Medan……warnanya Putih cerah……he..he..he….
Lae!, selamat menyongsong Thanksgiving!,
Di kampung kita (Tapanuli umumnya) dan halak kita di rantau masih merayakan “pesta Gotilon” atau pesta panen (Gereja), cuma bentuknya lain, bukan (real) hasil panen (tumbuhan) lagi. Konon di kampung masih, saya kurang tahu…ketahuan jarang pulang kampung. hehehe.
Michael:Itulah dasar saya menuliskannya Lae… sebagai bahan untuk mengingatkan saya dan Teman teman yang lain pada Kampung halaman…. terutama yang sudah “Berhasil” seperti Lae…..he..he..he…
Bah,,,Jago Do bAh
Beta,,Manortor Rame-Rame
Hehehe