Ketika pertama kali saya membaca tulisan Michael di Blognya tentang pertemuannya dengan seorang Gadis Desa di daerah Batak sana, yang langsung jatuh Cinta pada pandangan pertama, untuk Pertama kali pula, saya membayangkan Indahnya Cinta Pertama… kenangan yang sangat sulit kulupakan.
Setelah saya kembali membaca Tulisannya yang berjudul Dosakah Cinta mereka… tentang dua orang yang telah menikah dan mempunyai anak anak yang menginjak usia Remaja, bertemu dan merasakan getaran getaran Cinta yang dulu bersemi kembali… pikiran saya semakin tergugah… apalagi setelah saya membaca Tulisannya tentang Anggi… keinginannya agar suatu saat Anggi membacanya… saya tak tahan lagi… Ahh…. Michael… mengapa Kamu membangunkan Singa yang sedang tertidur…?!
Saya ingat dua puluh empat tahun yang lalu.. di Kota kelahiran saya Pematang Siantar.
Saat itu menjelang natal dan Tahun baru seperti sekarang ini, banyak para perantau yang Pulang Kampung untuk berkunjung dan merayakan Hari Natal dan Tahun Baru di Kampung bersama keluarga masing masing.
Pada hari senin itu, tahun 1984, saya kedatangan Tamu beberapa anak muda kampung saya bersama seorang pendatang baru dari lampung.
“Nama saya Herbert Ito…” begitu ucapannya sambil mengulurkan tangan bersalaman yang kusambut dengan hangat, penuh persaudaraan, tak ada perasaan apa apa terhadapnya.
Herbert datang mengunjungi Ompungnya yang tinggal di Kampung kami.
Percakapan yang berlangsung diteras rumah kami itu berlangsung seru dan penuh dengan Joke joke, karena ternyata Herbert orangnya cukup supel dan gampang bergaul, beberapa saat kemudian satu persatu pemuda kampung meninggalkan kami, sehingga tinggallah hanya kami berdua.
Saat itu saya agak gelisah menanti kepulangan Kakak saya yang lebih tua, Dia telah duduk dibangku kelas dua SMU, sementara saya baru duduk di kelas tiga SMP.
Tentulah Abang ini datang untuk menemui Kakakku seperti pemuda pemuda lainnya, begitu pikiranku.
Ternyata saya salah besar, setelah mengobrol berdua beberapa saat lamanya Dia langsung mengungkapkan isi hatinya, kalau Dia naksir pada saya.
“Ouh… bagaimana ini… koq jadi begini sih… apa mungkin seorang yang telah duduk di bangku Universitas jatuh Cinta pada anak ingusan seperti saya…?! bathinku, karena menurut pengakuannya Dia Kuliah di UNILA Lampung.
“Ah… apa mungkin Abang serius dengan saya… jangan jangan di Lampung ada ceweknya…” selidikku malu malu.
Dia menggeser duduknya sedikit merapat, sambil menangkap telapak tanganku dia berkata “Memang saya pernah punya punya pacar Dek… orang lampung… tetapi kami sudah putus enam bulan yang lalu… saya serius padamu Dek, saya ingin punya Istri orang Batak asli terutama yang berasal dari Balige… karena mereka pintar memasak dan Mangarsik.”
“Tapi kan saya bukan dari Balige… saya lahir dan besar di Siantar…” elakku.
“Iya saya tau itu Dek… tetapi kamu kan tetap Boru Batak, pasti pintar memasak dan pandai maradat nantinya….” rayunya, yang membuat saya jadi ragu antara percaya atau tidak padanya, tetapi ada terselip perasaan yang aneh dihati saya, entah apa namanya, tetapi yang kutau sangat indah….
Ahirnya setelah beberapa saat berdebat dan berbagai ucapan manis darinya, ahirnya saya menerima Cintanya dengan syarat saya tak mau ada yang tau kalau kami pacaran, terutama kedua orang tuaku, Papa sangat keras dalam hal ini, Beliau tak mau kami pacaran semasa sekolah, sebab Beliau tak mau kalau kami nantinya mempermalukan keluarga kalau salah langkah.
Dia pun tak keberatan dengan persyaratanku, besoknya Dia datang menjemputku didepan sekolah, ada perasaan yang berbunga bunga dihatiku, apa lagi semua teman temanku memandangku dengan tatapan cemburu, mereka belum ada yang mempunyai kekasih.
Sepulang sekolah kami jalan jalan ke pertokoan, ketaman bunga, kemana saja kaki kami melangkah semua terasa Indah, ketika saya pulang ke rumah hari sudah senja, terpaksa saya berbohong pada orang tua dengan mengatakan belajar bersama dirumah teman, mengerjakan PR.
Sejak saat itu saya yang ABG ingusan mengerti apa rasanya Cinta, sejak itu pula saya yang biasanya patuh dan jujur pada orang tua berubah jadi anak pembangkang dan penuh dengan dusta, setiap hari saya harus berbohong pada orang tua, mereka tidak curiga sedikitpun karena saya belum pernah membohongi mereka sebelumnya.
Tiga hari sebelum kepulangannya ke lampung, kami jalan jalan ke Parapat di tepian Danau Toba yang Indah, kami lanjutkan ke Tomok di Pulau samosir.
Sepulang dari Tomok hari sudah senja, Herbert mengajak saya untuk menginap di sebuah Hotel di Parapat, saya sedikit kaget dan ragu, takut karena seumur umur saya belum pernah memasuki kamar Hotel, apalagi Cuma berdua dengan seorang Pria meskipun itu kekasih saya.
Saya takut membayangkan apa yang akan terjadi pada diri saya nantinya, tidur berduaan dengan Pria, apa yang akan dilakukannya… meskipun saya baru SMP kelas tiga tetapi saya sudah mengerti sedikit tentang hubungan orang dewasa di tempat tidur, seperti yang diceritakan Kakak saya ketika mengingatkan saya.
Tetapi anehnya dalam hati kecilku saya menginginkannya, ingin tau bagaimana rasanya bermesraan dengan kekasih.
Setelah beberapa saat saya berpura pura menolak, ahirnya kami Check in juga di sebuah Hotel kecil ditepian Danau Toba, di Parapat.
Semalaman kami bermesraan, berpelukan, berciuman, menyalurkan segenap luapan perasaan kami satu sama lainnya, hingga hari menjelang pagi kami tak sempat memejamkan mata sedetik jua, terlalu berharga waktu yang kami punyai kalau disia siakan dengan tidur.
Segala gerak cium dan semua tekhnik yang dia tau diajarkannya padaku, saya benar benar melayang dibuatnya, tak ingat lagi diriku yang baru duduk di kelas tiga SMP.
Tetapi satu yang sangat kuhargai darinya, kami tak melakukan senggama.
Ketika kami telah dipuncak gairah dan sayapun pasrah menerimanya, Dia berhenti dan berkata “Maaf Dek, aku tidak akan tega melakukan semua ini, karena aku sangat mencintaimu… apa bila Tuhan menghendaki, aku akan melakukannya jika Adek nanti menjadi Istriku saja, ya kalau kita berjodoh… kalau nggak…?!, aku tidak mau apa bila nantinya siapapun yang akan jadi suamimu nantinya akan kecewa denganmu…”
Setelah kepulangannya ke Lampung, kami masih saling berkirim surat, karena saat itu telepon masih barang mewah yang tidak terjangkau harganya.
Selama dua tahun kami terus bercinta jarak jauh, Dia kadang menyelipkan lembaran Lima ribu rupiah atau kadang sepuluh ribu rupiah diselipan kertas suratnya, katanya untuk uang jajanku, hatiku berbunga bunga dibuatnya.
Kadang Dia juga mengirimkan kaset terbaru atau Majalah remaja Hai.. untuk kudengar dan kubaca agar saya tak kesepian katanya…. betapa mesranya….
Tetapi tiba tiba suratnya berhenti tanpa sebab, berulang kali kutanyakan apa sebabnya melalui surat surat yang ku kirimkan padanya… tetapi satupun tak ada balasannya.
Setelah lulus SMU tahun1987, saya harus pindah ke Medan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, saya masih berharap padanya… semua cowok yang mendekatiku tak kuindahkan, dihatiku hanya ada satu nama… Herbert!.
Sewaktu saya masih di Medan saya mendengar khabar bahwa Ompungnya yang ada di Siantar telah meninggal dunia, para keluarganya hadir saat pemakamannya, tetapi Herbert tak ada, karena Dia sedang melanjutkan S2 nya di Kota Kembang Bandung.
Tempat satu satunya saya menanyakan keberadaan Herbert hilang sudah… saya tak tau dimana saudaranya yang lain berada.
Setelah menyelesaikan S1 saya di Medan, tanpa pikir saya tetapkan Pulau Jawa adalah sasaranku, dengan harapan saya akan bertemu dengan Herbert… tetapi hingga saat ini saya tidak pernah bertemu dengannya… ada rindu yang tersisa untuknya.
Hingga saya mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan Asing terkenal diJakarta, kemudian menikah dengan Suami saya yang sangat sayang dan baik, yang telah memberi saya dua orang anak yang kini beranjak remaja.
Saya berbahagia dengan keluargaku, tetapi masih ada satu pertanyaan yang tergantung di benakku, mengapa Herbert meninggalkan saya tanpa alasan, apa salahku padanya…?!
Sekitar tahun 2001 yang lalu ketika kami baru pulang kerja, suami saya masih sibuk memarkirkan Mobil di Garasi, terdengar telepon dirumah berdering, tergopoh gopoh kuangkat, betapa terkejutnya saya ternyata suara Herbert diseberang sana menanyakan keadaanku, kujawab baik baik saja… lututku terasa lemas, lidahku kelu, belum sempat kutanyakan padanya, karena saat itu suamiku memasuki rumah dan sedikit memandang curiga, mungkin karena melihat wajahku yang pucat pasi.
Kukatakan padanya agar meneleponku lain kali saja.
Sejak saat itu tak pernah lagi kudengar tentangnya, Dia tak pernah menelepon lagi.
Saya menyesali kebodohan saya, mengapa tak kutanyakan nomornya…?!
Michael… setelah membaca tulisanmu, saya menjadi sangat merindukannya, mengingatnya saja sudah membuat dadaku bergemuruh, saya jadi kepingin bertemu dengannya, ingin Herbert menghubungiku, ingin kutanyakan padanya Apa salahku…?!
Michael: Cerita ini adalah kisah nyata salah seorang pengunjung Blog ini, yang meminta kepada saya agar menuliskan ceritanya di sini, dengan harapan Herbert akan membacanya suatu saat nanti.
Saya bersedia menuliskan ini dengan syarat bahwa Beliau berjanji bila suatu saat nanti mereka bertemu… tidak akan terjadi Perselingkuhan.
Herbert… bila Anda membaca tulisan ini dan ingin menghubungi “Wanda” silahkan kirimkan Email ke siregarmichael@yahoo.com agar saya sampaikan kepada yang bersangkutan, jangan lupa Anda harus menyebutkan Nama Asli yang dimaksud, sekedar memastikan Anda adalah orang yang tepat.
Bagus nih ceritanya. Nice post dan salam kenal.
Michael:Salam kenal kembali ….. Terima kasih.
Nahh loh bang ngapa coba???.. bangunin singa yang lagi ngorok hihih…..Kalo menyangkut perasaan/ hati, gak bisa komen dahhhh…… Moga ketemu yaaa
Michael:Iya yah… pada hal saya nggak maksud….
wwahhhh true story toh…????? bang kalo kek aku bisa nggak bang…ditemukan dengan donganku ditexas sana..abang jumpai dia..n bilang padanya apa yg terjadi denganku skrg adalah salah dirinya..hik..hik..
btw smoga herbert ni cepat ketemuan yahh…i wish!!!
Michael:Betul sekali Ito… ini True Story… sayapun nggak tau mengapa beliau ini meminta saya menuliskannya… kenapa nggak pada Lala misalnya yang telah dipastikan kemampuan menulisnya, karena saya yakin ceritanya akan lebih menarik lagi.
Mmh..saya gak mengerti gimana perasaan mbak Wanda saat ini. Yang jelas saat ini mbak Wanda sudah mempunyai keluarga yang menyayangi mbak Wanda. Jadi kenapa harus mencari Herbert lagi? Okelah saat ini mbak Wanda berjanji tidak akan terjadi perselingkuhan jika bertemu Herbert (sesuai janji mbak Wanda pada Bang Michaelsiregar). Tapi, apa ada jaminannya?
Entahlah…..karena semua yang menyangkut ‘perasaan’, sulit ditebak.
Mudah-2an Mbak Wanda bisa segera ketemu Herbert dan pertemuan itu hanya sebatas silaturrahmi saja, tidak lebih dari itu.
Michael:Setuju sekali Mas… saya pun ada kepikiran kesana… tetapi saya hanya “menolong” teman, hanya sebatas itu, dan setidaknya saya sudah berusaha berbuat yang benar menurut saya dengan meminta “Wanda” berjanji tidak akan selingkuh… kalau masih terjadi..?! sudah diluar wewenang saya…
singa kalo sedang tidur tuh gimana ya?seumur umur lom pernah ngelihat singga bobok,kecuali kalo ngelihat di TV.he..he..
btw, makasih atas kunjunganya,kawan. kalo mo main ke hongkong lagi ngasih khabar ya. biar kita isa ketemuan…txs
Michael:Terima kasih atas kunjungannya….
saat saat menjelang Natal begini lampu lampu Hong Kong akan terlihat Indah sekali bila kita menetapnya dari pantai Kowloon… Tsim Sha Tsui, Star Ferry…
BTW Blog nya saya Link ya….
aku menikmati sajian penulisanmu dengan segala gaya perjamuan yang memang khas penulisanmu sendiri. semoga segalanya……..ach! pasti abangku yang lebih tahu dan memahaminya.
selamat berakhir pekan ya, sahabat
salam hangat selalu
Michael:Terima kasih bila Anda bisa menikmatinya… saya hanya menulis apa adanya… tak ada target dan tendensi apa apa… hanya untuk menambah Persahabatan dan saudara saja… Salam Persahabatan untukmu Blue….
Bg michael crita na seru.mang wanda mw ktmu herbet bwt pa?pgen tw knp dy tiba2 mnghiLang??
Michael:Itulah alasannya yang paling Utama, ingin tau apa yang terjadi sebenarnya…. menurut pengakuan “Wanda” kepada saya… selebihnya hanya Dia lah yang tau… tentunya selain Yang Maha Kuasa bukan…?!
cinta pertama memang indah untuk dikenang tapi aku berharap dan bahkan berdoa bwt ‘herbert’ dan ‘wanda’
jika tuhan mengijinkan kalian bertemu, ingatlah…
suami dan mungkin istri ‘herbert’ kalian masing-masing…
tuhan memberkati
Michael:Betul sekali Ito…. itu juga yang pertama kali saya sampaikan pada “Wanda”.
cinta memang aneh…
Michael:Betul sekali Lae…..
Aku bisa memahami posisi Wanda,Karena cinta berakhir tanpa kata,membuat banyak tanda tanya,sekedar ingin tahu jawaban dari pertanyaan-pertayaan yang tidak pernah hilang…aku yakin hanya itu yang diharapkan Wanda!
Semoga saat ketemu,gejolak cinta memang hanya tinggal kenangan,walaupun tak adil buat kalian,tapi kalian juga harus memikir kehidupan cinta yang sedang kalian jalani sekarang.
Semoga Herbet…cepat menemukan tulisan Bang Michael ini!
Michael: Semoga……
Begitu hebatnya cinta mempermainkan perasaan……..begitu hebatnya sebuah perasaan mampu dijaga sekian tahun lamanya…..
Michael: Disitulah peranan Hati nurani dipertaruhkan…..
aha do maksud ni itoan on sai mangalului si herbet ate, hape naung denggan rumah tangga na, sai unang ma alani gabe sursar annon rumah tangga na bah molo tung pe pajumpang ate?
horas ma sian ruwais.
Michael:Menunggu jawaban Lae…. itu pengakuannya.
Kejam betul pria itu menghentikan saat si gadis sudah pasrah. Itu moral hazard yang menyedihkan. Secara teknis si cewek memang masih tetap perawan, karena tak senggama, tapi secara batin “seks tanpa melakukannya” itu telah merenggut keperawanannya untuk selamanya.
Tak melakukan senggama dengan alasan cinta adalah dalih hipokrit seorang moralis yang dangkal dan pengecut. Jika begitu alasannya, ngapain dia mencumbu si gadis sampai bangkit hasratnya dan pasrah ? Itu akan membuat si cewek merasa penasaran seumur hidup…
Michael:Bah… Horas di Lae Raja Huta…
Memang banyak orang yang berpendapat bahwa selaput Dara adalah barang “Suci” satu satunya yang harus dipertahankan… padahal lebih banyak lagi yang harus kita jaga sebaik baiknya bila ingin menjadi moralis sejati… cara berpikir dan pandangan kita … salah satu diantaranya….
Saya tidak tahu harus berkomentar apa, tetapi menurut saya sebaiknya Wanda melupakan saja Herbert. Apapun alasannya dia sudah meninggalkannya tanpa alasan. Dan sekarang dia sudah bahagia dengn suami yang baik dan anak-anak yang lucu. Sayang jika harus menyakiti hati orang yang menyayangi Wanda. Thanks
Michael:Terima kasih Mbak Yulis…..
cinta itu misteri dan kerinduan itu selalu bergelut dgnnya *ngomong apaan sicgh aQ?*
Michael:Ngomong Cinta Dek……
Lae Michael, Apakah lae Herbert berasal dari Doloksanggul?
Michael:Sayapun kurang tau Lae… soalnya ini cerita titipan seorang pengunjung Blog ini…. yang saya tau si Herbert ini orang tuanya di Lampung, sayapun kurang paham juga kenapa banyak yang curhat ke saya melalui E-Mail… mungkin karena mereka merasa saya dari Jauh, sehingga nggak mungkin ngerumpi di Indonesia…?! he..he..he….
Mauliate, Horas.
wah, menarik juga, bung michael. mudah2an dg cara begini, tulisan ini bisa dibaca dg jelas oleh pihak2 yang berkepentingan.
Michael:Terima kasih Mas…..
kalo curhat dengan abang, bisa dapat souvenir ga bang….
hehehe….
siapa tau *ngarep.com*
Michael:Bah…. ngeri kali…. souvenirnya senyum dan salam mesra saja ya…. he..he..he….
mungkin krn abang orang batak trus blog abang banyak dikunjungi, jadinya dech dia ngasih amanat ke abang…..kenapa dia ga ikut termehek mehek…????!!!!hehehehehe
Michael:Bah…. apa pulak itu termehek mehek…?!
Cerita Anggi yang inspiratif hingga menggerakkan seorang rekan menitipkan unek-uneknya di blog ini ya…*two tumbs up* salut…
btw, andai terlalu merendah…saya suka gaya bertutur anda, runtut dan memainkan emosi pembacanya *serius dot com* bukan cuma manis di bibir serius…
Andaipun Herbert bisa ketemu, akankah mengubah semua keadaan ? Bukankah sepahit apapun memori atau sebaliknya, hanya akan terasa indah untuk dikenang, namun bakal jadi bencana jika dipaksakan untuk kembali dijalani…*hanya menebak* dan menebak sebagian dari pengalaman…
Michael:Saya harapkan yang baik baik sajalah yang terjadi bukan…?!
itu loh bang termehek2..acara reality show di TRANS TV..yang mempertemukan dengan orang yang sudah lama menghilang…macam orang yg sudah lama tak tau rimbanya…reality show ini 99 % berhasil mempertemukan kliennya dengan orang yang dicari..
Michael:Oh… habis saya nggak tau sih… bisa juga ya… tetapi nanti suaminya kan bisa nonton… berabe deh….
Wah,bang.masalah cinta(lagi)?semoga mereka bertemu untuk bisa menyelesaikan masalah mereka tanpa bikin masalah baru(selingkuh).terimakasih.
Michael:Harapan saya juga begitu….
wew, jadi nech cerita dari orang laen yg bg???
Michael: Betul sekali Dek… seorang pengunjung Blog ini…
84 SMP ya to??? saya 84 masih belum TK hehehehhehe
Michael:Iya … sang tokoh kita ini beda beda tipislah umurnya sama saya.. 37 tahun.
BTW Ito kenal sebenarnya tulisan comment Beliau ini… tetapi karena code etik sementara ku rahasiakan dululah namanya ya… sesuai kesepakatan kami.
Sekarang koment sy ada pict-nya!*jingkrak2*mode on.lucu2,makasih ya…
Michael:Awas… nanti seperti si Adnan …. sarungnya melorot… tetapi keatas… he..he..he….
Oh ceritanya si Wanda ini “CUMI” ya Kael…?
“CUma MInjam” Blog. hehehe
Seru… seru…! mudah-mudahan Wanda dan Herbert bisa ketemu ya, dan tentunya Wanda harus ingat apa janjinya dengan Kael. Tdk akan terjadi SLI dan TTM diantara mereka..
Michael:Bah… semakin banyak istilah yang bisa kupelajari disini… he..he..he….
Pfiuuhh….getaran2 itu pasti akan terasa dan tak pernah terlupa….Semoga cepat ketemu dan kesetiaan masih tetap dijaga
Michael:Saya harapkan pun Demikian…..
love is complicated indeed!
Michael:And Colourfully…
@ ito Michael Siregar
Ito, terima kasih banyak telah menulis dan menyampaikan uneg-unegku melalui dunia maya ini. Ito sudah mengedit cerita ini sedemikian indah walaupun sebenarnya masih ada yang kurang. Bagaimana, sudah adakah kira-kira yang menghubungi e-mail ito?
@ Abangku Herbert, dimanapun saat ini berada.
Halo abang, jika abang atau siapapun yang mengenal abang yang telah membaca tulisan ini, maafkan aku atas kelancanganku mengirimkan kisah ini.
Aku tidak bermaksud mengganggu rumah tanggamu, jika kau sudah menikah. Dan tidak pula bermaksud menjalin hubungan special denganmu, jika kau belum menikah. Karena aku sudah sangat bahagia dengan rumah tanggaku saat ini.
Namun satu hal yang abang perlu ingat kembali, sadarkah abang dengan semua keputusan abang ini? Cinta memang tidak selalu memiliki bang, aku sangat yakin itu. Tapi kog abang tega membiarkan aku hidup dalam penantian yang tiada pasti?
Masihkah abang ingat saat kita berpisah di Stasiun Bis itu? Aku menangis, kau peluk erat. Air mata tak dapat kubendung, kau hapus dengan dengan saputangan dan berkata: “Jangan menangis dek, jangan bersedih, percayalah “SUATU SAAT” abang akan datang menemuimu lagi.”
Baju yang kau belikan saat di Parapat karena kau malu aku masih mengenakan seragam putih biru, masih kusimpan rapi. Tapi semua surat-suratmu sudah kubakar tanpa bekas. Apakah abang masih menyimpan semua kenang2an yang pernah kuberikan? Entahlah, hanya abang yang tau.
Abang, memang masa pacaran kita cukup lama, namun hitungan 8 hari bersua denganmu, seakan hidup di alam nirwana berjuta kasih. Camkan ini bang.
Masih ingatkah abang tentang cerita yang sering abang tulis dan kirimkan padaku? Diantaranya: “KUPU-KUPU KECILKU” cerita lucu yang selalu membuatku tertawa, “ADIKKU TERSENYUMLAH” cerita yang menghibur aku dikala sedih dan rindu, “ I AM DREAMING TO MY LITTLE BUTTERFLY” cerita yang membuat hatiku berbunga-bunga, “LONG DISTANCE LOVE WITH MY SWEETHEART” cerita romantis yang selalu membuat aku ingin cepat-cepat bertemu. Empat cerpen itu sangat istimewa diantara banyak cerpen yang pernah abang kirimkan untukku.
From ur ex sweetheart
Michael:Masih ada yang kurang…?! sayang Anda tidak menyebutkan seluruhnya kepada saya… termasuk tentang Cerpen Cerpen dari Herbert ini….. sementara sampai saat ini belum ada tanggapan dari Herbert… saya harap Anda bersabar…..
BTW Terima kasih atas “keberanian” Anda menjawab semua comment comment dari Teman teman… walaupun dengan inisial Fiktif …Wanda……
Terima kasih kepada para pembaca yang meluangkan waktu untuk membaca dan meninggalkan tanggapan atas curhatku yang dituliskan sahabatku Michael ini.
Sekecil apapun komentar yang kalian sampaikan, aku sangat menghargai itu.
@Rian Xavier
Bagus ceritanya ya? Tapi aku sangat deg-degan bacanya.
@Rita
Iya nih gara-gara ito Michael, singa ngorok dibangunin.
@Cutemom cantik
Nah lo, sama dong kita, bedanya kamu masih tau bahwa mantanmu ada di Texas. Sedangkan aku? Sepertinya lebih enak masuk acara H2C atau Playboy Kabel kali ya?
@humorbendol
Begitulah mas, cinta pertama yang meninggalkan kita tanpa alasan yang jelas, tentu sakit bukan?
@gadis rantau
Singa tidur itu ya seperti saya ini. Tapi sudah dibangunin oleh ito Michael.
@bluethunderheart
Kita sama dong mas, sangat senang dengan gaya menulisnya ito Michael ini.
@Ranie
Pengen tau kenapa dia menghilang? Ito Michael harus rajin buka e-mail siapa tau ada yang menghubungi.
@christian simatupang.
Ya aku akan ingat itu. Percayalah.
@Singal
Justru karena keanehan cinta itulah yang membuatku semakin penasaran
@kweklina
Betul. Hanya itu saja. Tak ada yang lain. Suerrr
@esha di birulangit
Orang-orang terdekatkupun tidak ada yang tau kisah ini. Karena waktu pertama pacaran kami lakukan “back street” selanjutnya korespondensi via alamat sekolahku dan kampusnya. Kalaupun aku curhat ke ito Michael, karena dia jauh di Amrik sana.
@parjalang
Tenang sajalah ito. Aku tidak akan mau mempertaruhkan kebahagiaan keluargaku demi seorang Herbert.
@tobadreams
Betul itu bang. Walaupun persepsi masing-masing orang tentunya berbeda-beda tentang keperawanan ini. Ada yang kurang menghargainya, tapi berjuang untuk memilikinya. Akan tetapi ada yang terlalu menghargainya namun disia-siakan begitu saja. (ya seperti Herbert ini)
@yulism
Memang sudah kulupakan, walaupun tentunya tidak total, logika dong?
Namun jika tak menemukan jawaban yang pasti, tentunya ibarat bom waktu yang suatu waktu akan meledak. Ya seperti inilah jadinya.
@sarahtidaksendiri
Misteri itu akan terungkap tentunya jika Herbert membaca ini.
@G.Meha
Merasa punya teman/saudara yang bernama Herbert? Dia lahir dan besar di kota Bandar Lampung. Kalau ya, tolong beritahukan lewat e-mail ito Michael ini.
@Sawali Tuhusetya
Mudah-mudah ya mas.
@Arya
Mudah-mudahan hasilnya berbuah manis. Dan tak akan mengubah keadaan yang telah ada.
@Seroja
Menyelesaikan masalah tanpa masalah. Seperti motto Pegadaian itu ya?
@Myryani
Betul, ini cerita dari saya. Tanpa sedikitpun bermaksud untuk menaikkan rating blog ini.
@Indah Sitepu
Saat itu Indah masih TK ya? Berarti waktu kami di Parapat, kamu lagi main prosotan dong?
@Desy Pardede
Seperti iklan salah satu provider seluler itu ya, CuMi (Cuma Miskol)
Michael
engan munculnya yang bersangkutan…. selanjutnya respon untuk Postingan ini saya serahkan kepada Beliau yang langsung menjawabnya…..
omg,
sampe segitunya ya kakak…
aku panggil kakak saja, karena aku 30thn
berarti kakak sudah siap ya, dengan resiko sakit hati …
resiko ga makan, ga tidur
jika seandainya dia tiba2 muncul disini…atau menghubungi bang michael by e-mail…kuatkan hatimu ya kak…
hhhhhhh, spechless aku kak
begini aja kak…
hari gini siapa sih yang gak blogwalking kan…
coba kakak cari dia berdasarkan hobby ato education background nya dia…siapa tau ketemu…
kan niatnya cuma mau tanya kan, ttg kbr menghilangnya dia, ubek2 aja si om google, who knows?
Stlh itu, konsentrasi ke adik2 manis di rumah ya kak..
semoga dapat yg kau harapkan, kak!
dan tetap jaga hati, amin
wanda hamidah:P
hehhehe…
hmm true story yaksh..?
Michael: Iya Dek ada orangnya tuh…. yang jawab.
katanya first love never die, tapi kalau udah punya suami gimana dong ?
)
Sah-sah saja sih setelah bertemu menanyakan kabarnya, tapi yakinkan dulu perasaan, apa ngak ada sisa-sisa cinta, karena bisa berbahaya loh.
Ito Michael, ceritanya seperti reality show di Trans TV, Termehek-mehek
Michael:Iya nih….. saya juga baru dengar tentang termehek mehek ini…. kenapa nggak terngohok ngohok ya…?! he..he..he….
hhhmmm.. true story selalu menyentuh hati.
aku masih ingusan dan sepertinya gak pantas untuk memberikan komentar untuk kisah wanda.
tapi yang aku tauk, cinta itu gak pernah salah. dan mencintai seseorang itu juga tak pernah salah. yang salah hanya jika kita menginginkannya dan ternyata dia sudah milik orang lain. itu salah banget menurut aku. dan aku dah pernah ngerasain di kedua peran itu. aku pernah mencintai orang yang sudah ada yang punya dan aku merasa itu tidak adil. tapi kekasih ku juga pernah dicintai orang lain dan aku juga merasa itu tidak adil.
tapi kini Tuhan sudah memberikan yang terbaik untuk ku. dan aku berharap dia akan selalu mengisi hidup ku.
eehh.. macamnya macam tulisan ku ini.. hehehe..
sorry lah ya bang.. ^^
Michael:Terima kasih atas kunjungannya…..
Cinta,,, apa itu cinta, apakah cinta itu benar ada???
Michael:Bah… pertanyaan yang dalam… mengandung dendam..?! he..he..he…
Horas… Salam Persahabatan untuk Lae atau Ito…?!
hmm…. kasihan banget mbak Wandanya……
tapi kan mbak Wanda dah punya keluarga sekarang, jadi jangan terlalu berambisi untuk ketemu sama ‘kenangan lamanya’……..
Michael:Mungkin ada yang ingin dijelaskan Ito…
BTW mereka telah tersambung komunikasi kembali melalui Blog ini… ternyata si Cowok membaca tulisan saya atas informasi dari temannya…bagaimana selanjutnya bukan urusan saya lagi… tinggal saya saja yang masih Menunggu Anggi membaca tulisanku…. kapan ya…..?!
Tulang…setelah Wanda tersambung komunikasi dengan Helbert…pengen tau kelanjutan ceritanya kenapa selama ini Helbert menghilang ??? terus M’ba Anggi apa sudah baca tulisan Tulang ???. thanks
Michael:Herbert sudah mengirim E-Mail ke saya …. kemudian sudah saya teruskan ke “Wanda”… mereka juga saya wanti wanti dengan kesepakatan yang sudah disetujui… TIDAK AKAN ADA SELINGKUH …. tetapi hanya sampai sebatas itulah keterlibatan saya …. selanjutnya terserah mereka…..
Sampai sekarang inipun Anggi belum membacanya… mungkin karena Beliau ada di luar negeri sehingga agak susah infonya barang kali….
syukurlah aku gak punya cerita cinta pertama yang seperti orang katakan begitu indah dan sulit dilupakan… dan saya juga lupa cinta pertama saya dengan siapa ya… namanya juga lupa,krn gak berkesan… krn masa remaja dulu lebih sering nyuri mangga tetangga daripada lirik anak gadis…
justru cinta terakhir ini, kekasih saya sekarang,,,..benar2 dashyat…air mata, pengorbanan, isak tangis bersama, penolakan dari pihak lain…semua jadi satu membuat saya makin menyayanginya…
untuk ito wanda…
rasa penasaran dan rindu yang dalam sangat mempengaruhi kehidupan kita, bahkan logika pun gak jalan klo udah namanya cinta dan rindu…mudah2 han ito bisa ketemu dengan dia (herbet)…tapi ingat ya to.. ada keluarga yang lebih berharga daripada kenagna masa lalu…hehhe…
lae michael… blognya bagus dan alur ceritanya menarik membuat pekerjaan saya ga kelar……heheh..thanks ya lae…