Baru baru ini saya menemukan satu Blog yang di miliki oleh seorang Wanita Indonesia yang sekarang sedang bekerja di Hong Kong.
Seperti kebiasaan saya selalu menuliskan apa saja yang muncul di pikiran saya apa adanya… tanpa rencana dan editing dan segala macam proses jurnalistik lainnya, karena memang saya tak paham sama sekali… itulah enaknya Blog…. tak ada aturan baku dan urutan penulisan yang harus diikuti, semau Gue saja… yang penting ada rasa TANGGUNG JAWAB MORAL terhadap postingan yang kita Publish.
Saya berulang kali mengunjungi Hong Kong, semenjak Hong Kong belum bergabung kembali dengan China, bahkan saya sempat tinggal cukup lama di sana, berikut akan saya tuliskan tentang Hong Kong, tentunya sesuai pandangan dan pengalaman saya.
Hong Kong saat ini merupakan tempat yang sangat penting bagi tujuan TKW Indonesia selain Saudi Arabia, United Emirates Arabic, Malaysia, Singapore dan Bruney Darussalam.
Ahir ahir ini menyusul Taiwan yang sempat menghentikan pengiriman Tenaga Kerja Indonesia ke Taiwan karena kebijakan Mantan President RI, Bapak Abdul Rahmat Wahid (Gus Dur) yang menyatakan dukungan Indonesia atas Satu China, yang berarti tidak mengakui Taiwan sebagai sebuah Negara yang resmi.
Tetapi sekarang mereka sudah mulai melemah akan aturan ini… dan mulai menerima kedatangan para TKI di sana walaupun tidak secara Resmi… istilah di sana.. Tutup sebelah Mata.
Karena Taiwan menyadari TKI Indonesia Khususnya sektor Domestic (Rumah Tangga) lebih nyaman dan menguntungkan dibandingkan dengan TKW dari Philipina yang menjadi Pemasok utama selain Indonesia, karena Pemerintah Philipina sangat ketat mengawasi Warga Negaranya yang bekerja di Luar Negeri, meskipun untuk ini mereka melalui LSM yang di dukung penuh oleh Pemerintahannya.
Sementara TKI Indonesia dianggap sangat murah, Penurut dan Gampang disiksa….
Dibawah Taiwan ada Korea Selatan yang mulai menerima TKI sebagai tenaga kerja di bidang Industri, seperti Produsen TV, Computer dan barang barang Electronic lainnya, kadang mereka memakai modus “Training”, karyawan mereka di Pabrik yang berada di Indonesia dikirimkan ke Korea dengan alasan Training… dengan demikian mereka tak harus membayar Pajak di Korea atas pemakaian orang asing, sementara Karyawan pun tidak perlu dibayar Gaji sesuai standard Korea… cukup harga Murah Meriah ala Indonesia… toh kan mereka “Cuma” Training…?! tetapi hal ini akan berkepanjangan sampai satau atau dua tahun… kemudian dikirim yang lainnya secara bergilir… yang kalau dipikir yah… mereka menjalankan Pabriknya di Korea dengan Harga Produksi Korea… tetapi membayar Gaji karyawan standard Indonesia… smart bukan…?! Adakah tindakan Depnaker atas hal ini…?! TST lah… sejumlah transfer ke rekening bisa menutupi itu semuanya….
Di Hong Kong TKW termasuk “dimanjakan” karena pihak Pemerintah Hong Kong betul betul memperhatikan kepentingan semua Penghuninya termasuk TKW Indonesia, Pemerintah Hong Kong menyebut mereka Migrant Workers.
Pemerintah Hong Kong menetapkan upah minimum TKW sekitar HKD 3.250’-/bulan, atau kurang lebih sekitar 4.000.000’- rupiah.
Tetapi banyak Agensi Indonesia yang berkalikong dengan pihak Majikan mengatur sedemikian rupa agar mereka bisa membayar jauh lebih murah… Under Paid istilahnya di Hong Kong, meskipun Pemerintah Hong Kong sudah membuat peraturan Khusus untuk menghindari hal ini, dengan ancaman hukuman yang cukup berat, tetapi hal ini masih berlangsung sampai sekarang, mereka hanya di bayar sekitaran HKD 2000,- saja.
Hampir semua Agensi menetapkan aturan Potongan gaji selama tujuh bulan, jadi persis selama tujuh bulan lamanya sang TKW akan menerima sisa potongan Gaji, bila gajinya HKD 3250,- maka sisanya hanyalah HKD 250,- setelah dipotong oleh Agensi HKD 3000,- selama tujuh bulan.
Bayangkan dengan uang HKD250,- harus cukup untuk satu bulan kehidupannya, untuk bahan perbandingan, ongkos MTR (kereta bawah tanah) sekali jalan adalah sekitar 8 sampai 13 dollar, belum lagi biaya telepon ke kampung halaman untuk memberi khabar pada sanak saudara, antara HKD 1,5 dollar per menit harga premium.
Belum lagi segala macam kebutuhan wanita lainnya, tetapi tidak jarang bila mereka beruntung mendapatkan Majikan yang baik hati, maka semua kebutuhannya akan ditanggung.
Ditambah lagi beban pikiran dari pihak keluarga dikampung yang tidak mau tau kesulitan mereka… yang mereka tau di Hong Kong gampang mendapatkan duit… pokoknya ditunggu kirimannya.
Dibawah berbagai tekanan seperti inilah banyak diantara mereka yang sedikit Stress, bahkan ada yang menempuh jalan yang sesat menjadi Pelacur terselubung, berpacaran dengan laki laki local, tak perduli punya istri atau tidak, yang penting mendapatkan dollar setiap kali habis “Bercinta” di hotel hotel kecil atau Guest House yang banyak bertebaran di setiap sudut Hong Kong.
Menurut bapak Paimin Turnip, Consulat General Indonesia untuk Hong Kong, ada sekitar 100.000 TKW Indonesia yang berada di Hong Kong saat ini, dan jumlah ini akan terus menanjak karena orang Hong Kong ahir ahir ini lebih memilih TKW asal Indonesia dari pada TKW asal Philipina.
Beliau adalah Putra Batak asal Pulau Samosir, beliau juga mengaku pernah mendirikan sebuah Industri rekaman di Indonesia yang di beri label LARCO RECORDS yang banyak memproduksi Lagu Lagu Batak dan ada beberapa Lagu Dang Dhut.
Ada banyak hal yang membuat mereka beralih ke TKW Indonesia selain PENURUT DAN GAMPANG DISIKSA, TKW Indonesia tidak terlalu banyak menuntut meskipun mereka harus bekerja sampai tengah malam dan bangun sebelum subuh, lain dengan TKW Philipina yang jelas jam kerjanya, merekapun harus libur di ahir pekan, selain itu mereka juga bebas keluar rumah majikannya mulai jam delapan malam Minggu sampai jam delapan Malam senin, mereka bebas melakukan apa saja selama dua puluh empat jam, dan tidur di mana saja tak boleh diganggu, karena itu adalah hari libur mereka.
Bila Kita memasuki daerah Causeway Bay apalagi hari Minggu dan Hari libur umumnya… Kita seolah berada di Pasar Johar Semarang atau Pasar Turi di Surabaya, betapa tidak… berjalan berdesak desakan, hingga bagian tubuh akan berhimpitan dan berdesakan ala pasar pasar Tradisional di Jawa… suara yang sangat berisik dan meriah dari teriakan dan tegur sapa para wanita… Bahasanya…?! jelas bahasa Jawa dan Indonesia….kurang lengkap…?! ada penjual pecel di daun pisang tanpa sendok dan garpu… diganti dengan Pincuk lidi… masih kurang…?! ada makanan Nasi Rawon, Rujak Cingur, Cennill, Mendowan… dan Tiwul kegemaran saya…..
Kalau ke Hong Kong jangan sampai melewatkan Victoria Park, disanalah tempat berkumpul ribuan TKW setiap hari terutama hari libur, karena tidak semua TKW libur hari Minggu, banyak juga yang diberi jatah libur hari biasa antara senin dan Sabtu, karena sesuai peraturan Pemerintah Hong Kong TKW harus diberi libur setiap minggu dan hari hari libur resmi lainnya, tetapi tentu saja bila Mjikan memerlukannya dan ada kesepakatan, sang TKW boleh tetap bekerja dengan compensasi sejumlah uang… biasanya antara HKD 100 hingga HKD 150,- /hari.
Yang sangat membuat saya miris adalah banyaknya TKW yang tercebur pada hubungan sesama jenis… ini bisa dengan kasat mata kita lihat di Victoria Park, mereka tak sungkan berciuman dan berpelukan dengan mesra ditengah ribuan TKW lainnya, malah pernah kejadian dua orang pasangan Lesbian melakukan acara Pernikahan yang dihadiri banyak teman temannya, dan disahkan oleh ‘Penghulu” Gendheng, karena setau saya Islam tak pernah mengakui adanya Pernikahan sesama jenis… tetapi saya berpikir ‘Penghulu” yang mereka sebut juga adalah “Penghulu” yang tidak jelas ke Islamannya.
Ada beberapa tempat atau Restorant yang pantas kita kunjungi di Hong Kong, yang berhubungan dengan Indonesia community.
Hong Kong Island:
Di Admiraldty ada restorant Indonesia, Bali Restaurat didekat Exit B2 MTR station Admiraldty.
Di Sheung Wan diujung line MTR Exit F ada Restaurant Indonesa, Restaurant Solo, Pemiliknya Ibu Ratna yang sangat ramah sekali berasal dari Kudus.
Di Wan Chai ada Pub dan Discotique Laguna, Pub ini selalu memutar lagu lagu dang dhut dari Bang Rhoma Irama dan Ike Nurjanah mengiringi pengunjungnya yang Mabok…
Ada juga Restaurant dan Pub Makati, milik pengusaha Philipina yang pernah menikah dengan Pria Indonesia, Kapten Kapal, di sini juga sering di putarkan musik Dang dhut dan Goyang jaipongan ala sunda… selalu ramai dikunjungi TKW yang over stay atau lari dari Majikannya.
Ada Strawberry Pub nad Lounge… ada musik hidup, diselingi oleh DJ yang memutarkan lagu lagu Dang Dhut, banyak dikunjungi TKW yang over stay… banyak pemakai Narkoba.
Ada Neptune Discotique… ada live musik Philipina Band yang tau beberapa lagu Indonesia termasuk Alusiau, DJ yang memainkan lagu Dang dhut, banyak di kunjungi TKW over stay dan mencari “mangsa” Bule berduit sebagai usaha sampingan mereka…
Di Wan Chai juga terdapat sebuah Mesjid yang cukup megah, tempat berkumpulnya para Solehah Beribadah, perkumpulan ini kadang mengundang Ustad dan Mubaligh dari Indonesia Khususnya Pulau Jawa.
Di Causeway Bay
Ada Consulate General Indonesia untuk Hong Kong.
Ada Toko Chandra didepannya, Chandra yang berasal dari Kudus ini sudah menjadi Warga Negara Hong Kong tetapi masih kental Logat Jawanya.
Ada Waroeng Malang milik Pak Muhaimin Iskandar asal Malang, di lantai empat di samping Consulate, beliau juga adalah pengurus Mesjid dan Activist di Islamic Center.
Disebelah Waroeng malang ada Bank BNI 46.
Ada Restaurant Victor Sirait, satu Block diseberang Consulate, restaurant ala masakan Jawa Timur ini sangat nikmat dan Murah meriah, terjangkau masyarakat awam (Istri pemiliknya berasal dari Surabaya).
Ada restaurant Niki Echo, makanannya enak dan murah meriah, di jalan Protokol.
Ada Waroeng Magelang di lantai delapan diatas BCA cabang Hong Kong.
Ada Restaurant PADANG restorant langganan saya, di lantai dua didekat Exit D MTR station Causeway Bay, restorant ini termasuk kelas menengah atas, karena harganya sedikit lebih mahal dari semua restorant lainnya, tetapi makanan dan layananya cukup memuaskan, sehingga pengunjungnya bukan saja orang Indonesia yang ada di hong Kong, tetapi banyak juga orang Bule termasuk orang asli Hong Kong sendiri, makanan Pavourite saya di sini adalah Gulai Kambing, Soto Rawon, Lontong Medan dan Rujak Cingur… minumannya Dawet Banjar Negara.
Ada Waroeng Bu Nina, dilantai tiga belas digedung tepat didepan Exit D MTR station Causeway Bay, masakan khusus orang Manado ini sangat special, karena sangat berbeda sekali dengan yang lainnya… khusus masakan Manado, ada Ikan Bakar Rica Rica, ada Bubur Manado… Bu Nina pernah bercanda pada saya Bilang… “Ngana baru rasa Bubur Manado tho…?! so baku inga dang… ke apa dang kalau ngana so rasa Bibir Manado… ?! Bah… kelepek kelepek mungkin he..he..he…
Bah… masih banyak lagi yang ingin saya tuliskan… kayaknya kepanjangan ya…?!
Bersambung saja lah Ya…. dimohon kesabarannya……
pertamaxxx
saya tunggu lah bang
btw mampir lah di bloggersumut.net bang
ada info menarik di agenda bloggersumut
makasih
Michael:Segera kawan….
Tenaga Kerja Indonesia murah dan dapat disiksa disebabkan kurangnya pendidikan (latihan) dari sipengirim (agen) terutama bahasa dan informasi. Pemerintah kita juga kurang perhatian terhadap nasip para pejuang devisa ini. Di Jakarta aja kalau memperkerjakan baby sitter sudah sangat jelas semua hak dan kewajiban si pekerja terutama mengenai waktu dan upah, misalnya kita harus bayar kalau dia tidak mengambil libur dll.
Tapi yang pasti (katanya lho ini) memang bibir manado lebih enak dari bubur manado.
Selamat merayakan hari raya Idhul Adha buat saudara-saudaraku yang beragama Islam dan selamat menyambut hari natal buat saudara-saudaraku yang beragama nasrani.
BTW, berapa derajat C disana lae.
Michael:Sekarang sekitar dua sampai lima derajat siang hari…. minus lima di malam dan pagi hari.
Tulang…dari semua jenis masakan yang pernah di makan, masakan apa yang paling favorit ? he..he thanks.
Michael:Manuk na pinadar, Na niura, Bulung Gadong natinutu mardongan Rimbang ….. dan nomor satu adalah Gulamo natinutung…. Serius.
ahhh kasian kali indonesia ini
dipilih bukan karena kerjanya bagus
tapi karena gampang disiksa
hikkkssssss
Michael:Mungkin akan banyak orang yang nggak senang membaca ini Ito… tetapi memang Kebenaran itu Menyakitkan… itulah kenyataannya, yang saya alami sendiri… saya dengar sendiri dari mreka…teman teman di taiwan dan Hong Kong yang kebetulan mempekerjakan Pramu Wisma asal Indonesia.
Lama di negri orang,gmn abang beradaptasi dg makanan?kalo suatu saat pengen makanan batak,apa disana adayg jual?
Michael:Ya ngga ada… makan makanan Batak kalau waktu pulang ke Indonesia aja…. makanya pengen cari Istri orang Indonesia … syukur syukur oang Batak … entar kan bisa maskin makanan Indonesia tiap hari… he..he..he…. Bantuin dong… (kesempatan…)
Saya blm prnh coba bibir manado
Michael
engen…?! he..he..he….
kasian banget ya orang indonesia, udah di negara sendiri susah,,,,
terus cari uang di negara orang malah disiksa…..
APES BENER……
Mihael:Yang saya maksud bukan hanya siksaan Phisik… tetapi juga tekanan bathin yang luar biasa juga dialami mereka….
miris yaa..?
Michael;Itulah kenyataannya….
aQ sangat sedih mengetahui kenyataan seperti ini…apakah perlindungan dr Pemerintah thdp sauadara2 Qta sebegitu mirisnya??
\
Sudah ckp kesenjangan untuk bangsa Qta… Sumpah, aQ seidh banget sampai g tahu mo koment apa..mrs terinjak2 dech …
tp setidaknya kalimat ini
Di Wan Chai juga terdapat sebuah Mesjid yang cukup megah, tempat berkumpulnya para Solehah Beribadah, perkumpulan ini kadang mengundang Ustad dan Mubaligh dari Indonesia Khususnya Pulau Jawa.
bs memberikan sy pemikiran yang lain lg..
well, enak banget y bs jalan2 ke luar negeri kayak abang ini, aQ jg pengen bangeeetttt.. pdhl keliling Indonesia aj g mampu..hehe
Michael:Saya berusaha menuliskannya secara berimbang… agar yang membaca bisa menilai sendiri… apa dan bagaimana bila bekerja di sana…. akan saya tuliskan semampu saya apa adanya…..
Sebenarnya bukan nggak mampu Sarah… tetapi nggak mau lebih tepatnya…. itu menurut saya lho…
sebenarnya mau nyalahin pemerintah tapi kok sudah terlalu apatis ya.
apa kabar ?
lha gimana enggak. saya yakin kok, pemerintah pasti tahu kejadian2 seperti itu, tapi entah….mungkin karena kongkalikong juga, atau apa, akhirnya keselamatan, kesejahteraan, dan kenyamanan bekerja kadang di nomor sekiankan. yang penting devisa (hah, apa mereka mikir devisa) masuk kantong.
sedih bang Michael…melihat orang2 sendiri di injak2 di negeri orang, tapi nggak ada pembelaan yang berarti.
ah, apalah arti jiwa manusia, wong kita punya pulau hilang saja tenang2 saja….
salam dari semarang, bang
Michael:Semoga Generasi Muda tidak tertular “Penyakit KKN” nya Generasi Tua …. hanya itu Harapan saya Bagi Indonesia ….. Kalau yang ada sekarang hanyalah Musang berbulu Menthok… yang sudah putus urat malunya…
Khabar saya Baik Mas…. bagaimana Semarang… apakah masih Banjir setiap air pasang…?!
Abang…
Salah satu sahabat GangGila saya sedang berada di Hongkong jadi sedikit banyak saya sudah mengetahui tentang Hongkong dari dia.
Soal lesbian itu, kata dia, sudah dimulai ketika saat penampungan di Indonesia (belum berangkat ke Hongkong) yang bisa saja menunggu sampai lama baru kemudian direkrut dari agensi TKW di Hongkong.
Kata dia, lesbian menjadi pemandangan yang umum dan berciuman, berpelukan, bukan lagi sebuah hal yang tidak wajar.
Dan ya.. memang sangat benar, perkawinan lesbian itu mudah sekali dilakukan! Ah… gimana sih ini…
Serem juga ya..
Makanya saya kepingin temen saya itu cepet-cepet pulang aja…
Michael:Masih banyak sekali hal hal yang sangat tidak Manusiawi dan sangat memalukan yang terjadi disana …. saya jadi ingin menuliskan semuanya ….bukan untuk menakut nakuti tetapi terlebih untuk dijadikan “Warning”, bagi yang ingin bekerja di sana atau punya saudara atau keluarga yang akan bekerja di sana… agar diperkuat Ke Imanannya sebelum ke sana…. sebenarnya banyak juga yang baik dan Kreative … sayapun berusaha menuliskannya secara berimbang ….
itu lah indonesia anak bangsa nya aja nggak menghargai bangsanya gimana mau kerja keluar. ho….ho….
kalau soal makan dan minum aku yami……
tak peduli bakal gendut / ndak…. he…he…
salam kenal….. bang…
tukaran link kita yuk…??
Michael:Salam Persahabatan untuk Anda ….. silahkan dengan senang hati, langsung saya pajang….
selamat malam sahabat baikku.
hmm………….aku harus belajar banyak pada abang mengenai sesuatu yang belum pernah ku ketahui.Dan abang banyak pengetahuannya.
trims atas segala persembahan persahabatan kita ya,bang.
salam hangat selalu
Michael:Bah… bisa aja enthe Blue… Salam Persahabatan juga dari saya….
Miris bang…bener-bener miris…terus terang jadi speechless…apa memang hanya sebegitu harga bangsa kita di mata bangsa lain dan bangsa sendiri..
Lalu tindakan konsul kita disana atas banyaknya Agensi Indonesia yang berkalikong dengan pihak Majikan mengatur sedemikian rupa agar mereka bisa membayar jauh lebih murah ?
Michael
ernah sih saya langsung berbicara dengan Pak Konlat, Lae Paimin Turnip… tetapi biasalah… jawaban standard pejabat kita…. kurang buktilah… demi lapangan pekerjaanlah… dan segala macam omong kosong lainnya.
sambungan…. sambungannay………
Michael;Bah… sudah nggak sabaran Adekku ini… sabarlah Dek… Abang lagi agak sibuk sekarang soalnya persiapan menjelang libur ahir tahun….
Saya sangat prihatin dengan rakyat Indonesia karena mereka bekerja dengan gaji rendah dan sayangnya pemerintah dan oknum tertentu memanfaatkan hal tersebut.
Sama-sama negara miskin tetapi dimana saja orang lebih menghargai TK philiphine karena mereka memiliki keahlian. Dan semua itu karena pemerintah mereka menghargai tenaga kerja mereka. Sehingga orang tidak memandang rendah dan bisa melakukan apa saja kepada rakyat mereka. Thanks
Michael
hilipina menyadari bahwa sebagian besar devisa mereka berasal dari Warganya yang bekerja di berbagai penjuru Dunia… untuk itulah Pemerintah sangat ketat mengikuti dan melindungi Warganya dimanapun berada melalui LSM yang didukung penuh Pemerintah.
Temanya ada hubungan nih sama postinganku Bang
Oh ya, TKI Indonesia lebih rajin lho dari pada TKI Philipina
Saya kerja di Penyalur TKI lho Bang he..he…Resmi
Michael:Mungkin bisa coba di re-check info yang saya tulis di sini… karena saya menulis cuma dengan apa yang saya lihat, dengar dan alami sendiri.
ada juga toh yang tau bibir manado..hehehe
jadi inga istilah 5B ala kawan-kawan dari manado:
Bunaken Manado
Bubur Manado
Bibir Manado
(sori vulgar neh) Balik Bokong Manado…
Michael:Bah…. istilah apa pulak ini Lae…. baru dengar saya… he..he..he….
begitulah fenomena fakta sosial yang ada di hongkong. “kemanjaan”yang diberikan pemerintah setempat memang luar biasa, hinggga bisa menjadikan warga kita yang lupa dengan tujuan meninggalkan tanah air. btw, sedikit tambahan atau kekeliruan diatas, menyangkut upah minimum yang diberikan pemerintah dalam dekade tahun ini sebesar HK$ 3480. maksih, btw, blognya siapa sih yang sering anda kunjungin atau yang anda tuliskan dialenia pertama. jadi penasaran nih gw,he..he…
Michael:Terima kasih atas koreksinya… saya terahir dari sana dua tahun yang lalu… sayapun siap menerima “koreksi” lainnya bila tulisan tulisan saya ada kekliruan atau tidak berdasarkan Fakta… karena kebanyakan yang saya tuliskan disini adalah berdasarkan Pengalaman nyata yang saya alami sendiri… meskipun kadang ada yang meragukannya…
Anda sebenarnya sudah tau yang saya maksud bukan…?! Andalah yang saya maksud di tulisan itu…
BTW bagaimana Dysney Land Hong Kong..?! bagus nggak…?!
iya…saya kasihan dengan TkI2.DiTaiwan sebenarnya Pemerintah sangat peduli dengan TKI,dan penduduk yang menikah kesini,cuma TKI tidak memiliki kebranian dan tak mendapat pemberitahuan.Banyak kegiatan yang diadakan,baik pertemuan,latihan,sekolah gratis.(saya sudah membantu beberapa TKI untuk ikut serta dalam sekolah yang diadakan malam hari mulai tahun depan,semoga majikan mereka mengijinkan supaya TKI2 tahu adat-adat orang sini,mengerti tata krama sini dan bahasa sini dengan baik) sehingga mereka tidak diremehkan.
Kamarin ada kejadian yang saya tulis diblog saya.Setelah diserahkan kepolisi dan pengadilan,agen menurunkan uang yang harus dibayar Tki perbulan.
Sebuah catatan (dari yang biasa saya dengar),yang biasa makan TKI adalah agen,setahu saya majikan membayar penuh.Tapi Agen mengambil lagi dari untung dari gaji TKI.Agen makan dua kali.Dan dari cerita TKI,majikan mereka baik-baik.Tidak seperti cerita,dipaksa,dipukul…kalau ada kejadian ini,segera lapor kepolisi,disini setiap penduduk berhak mendapatkan keamanan dari pemerintah.
Saya mendengar kabar,ada 8 org yang sudah mengajukan kejadian yang sama,sekarang lagi diproses.Semua gratis,TKI hanya diminta memberikan keterangan yang lengkap dan benar.
TKI indonesia,dianggap jujur,tidak perhitungan,dan rajin.satu kekurangan mereka dari orang pilipina adalah masalah pendidikan dan bahasa.
Sebagai info aja…menurut yang saya lihat disekitar saya.
Michael:Betul sekali yang Anda katakan… ditulisan ini juga saya sebutkan… bahwa Pemerintah Hong Kong sangat menjamin Hak Hak pekerjanya termasuk TKW asal Indonesia… malah mereka sengaja membuat undang undang Khusus untuk menjamin upah minimum… tetapi Agen Agen ini mencari cara dan menekan TKW agar mau di bayar jauh lebih murah… tentunya untuk ini Majikan berani membayar semacam Fee…. yang saya tau Majikan harus membayar antara HKD 6000 sampai 8000 untuk setiap orang TKW… dilain pihak TKW pun dikenai potongan Gaji HKD 3000 selama tujuh bulan berarti HKD 21.000,-
Tulisan ini bagus juga, agar kita tahu keadaan disana …
Michael:Kenyataan itu memang kadang pahit Lae….
maaf bang lama ga berkunjung, koneksi internet lambat jadi susah blogwalking. Soal peghulu itu sudah pernah ada liputannya di tabloid dan sekarang dia dah balik ke Indonesia dan kembali jadi wanita beneran. Beberapa hari yang lalu juga ada liputan soal TKI di hongkong yang kalau libur gayanya sudah seperti pelancong…shopping dan berpakaian keren2
Michael:Betul sekali….
BTW karena sesuatu hal saya menolak berkunjung ke Melborne awal tahun depan… kayaknya diganti dengan ke Hong Kong….
mau minta tolong ni gimana solusinya, pleace…!!!
saya punya family di negara hongkong sebagai TKW, dia telp ma aku katanya mau dipulangkan oleh majikanya karena gak bisa masak ala makanan hongkong gitu katanya, kalau dipulangkan dia menanggung bebabn harus mengganti ongkos pulang pergi, karena gak punya biaya dia gak berani apa-apa, dia dimarahain oleh majikannya tiap hari.
tolong minta bantuaannya …
atau kalau bisa kasih no telp konsulat indonesia di negara hongkong agar nanti kalau ada apa-apa bisa menghubunginya. terimakasih
Michael:Saya turut prihatin atas nasib saudaranya…
Hal seperti ini sebenarnya sering terjadi disana, bahkan hampir tiap hari…. sayang saya tidak tau saudara Anda tinggal didaerah mana, sehingga lebih gampang menyebutkan arahnya… bila Anda bisa menyampaikannya.
Tetapi baiklah… Alamat Consulate General Indonesia untuk Hong Kong dan Macau ada di 127-128 Leighton road, Causewaybay- Hong Kong, Telp.(852) 2890 4421 ada petugasnya kenalan saya yang cukup akrab disana nama panggilannya Buyung… asal dari Padang, sayang saya sendiri nggak pernah nanya nama aslinya… tetapi bila ditanyakan di Consulate mereka semua tau… katakan padanya bahwa Michael Joe yang memberi informasi… semoga ada gunanya…
atau cara lain adalah… bila saudara Anda ada hari libur… sarankan beliau pergi ke Victoria Park Causway bay …. disana akan bertemu dengan ribuan TKW Indonesia… beliau juga bisa menanyakan Informasi tentang Agency local yang bisa menampung dan mempekerjakan kembali…
soalnya bila melapor ke Consulate Indonesia…. kayaknya nggak akan ada solusi yang tepat… paling paling mereka akan bilang…. “Makanya… jangan kemari kalau nggak mampu…” ungkapan yang menurut saya contra Produktif… tetapi lain kalau ada kedekatan secara pribadi… atau koncoisme….
Semoga berhasil……..
Maaf ito, pertanyaanku agak melenceng sedikit… Aku ada rencana mau ajak Ortu dan anak jalan-jalan ke Hongkong. Bisa aku dibantu untuk ITINERARY dan penginapan semacam apartment di Singapura yang bisa disewa harian?
Trima kasih……
tahun depan q rencana mo nikah ma anak tkw hongkong asal sukabumi. buat saudaraku yg da di sana (yg kenal ma pacarku), please jagain dia agar tidak tersesat (masuk kaum lesbi). thx b4
humm..makasih atas postingan ini. kalo Anda berada di HK 2 tahun yanglalu, kalau ga salah upah minimum sudah mencapai HK$ 3480, karena sejumlah itulah yang saya dapatkan 4 tahun yang lalu(kini april’09 alhamdulillah sudah menjadi HK$3680). Dan ya benar ada majikan jahat, banyak juga majikan yang baik, paling tidak mereka mematuhi aturan pemerintah HK. Masalah yang timbul sebenarnya berakar dari negri sendiri, perlindungan yang kurang dari pemerintah, dan KJRI yang ada hanya setengah hati peduli, setengahnya lagi mencaci maki. Kalau kami turun ke jalan mengadakan demo baru mereka membenahi sedikit, itupun hanya di lakukan saat demo lagi gencar2nya. Sebulan kemudian sudah loyo lagi kerjanya.
Ah nasib kita memang di tangan sendiri, sekalipun pemilu datang berkali2 dan pemerintahan silih berganti tetap saja tak ada perubahan(perlindungan n perhatian tak ada).
Dear all,
numpang curhat : hati saya sakit kerja di indo tidak bisa nabung, coba usaha sendiri malah dijahati orang, cari kerja lwt internet, keterima di Mahathon Oil tp ga cukup dana untuk urusan admin visa dan tiket. Menyedihkan memang tp aku g putus asa ku kan trus browsing ampe dpt kerjaan yg ga pake bayar. Ada saran untuk saya?
Budi Mulyana
D3 Accounting YKPN Yogyakarta
bucy76@yahoo.com
Saya piginsekali kerja di Hongkong.tp bagaimana caranya ya..?apa ada saran untuk saya?apa saja persyaratannya?
kalau mas Michael,pergi ke hongkong dulu bagaimana prosedurnya?kira2 kalau sekarang berapa Biayanya…?Mohon Bantuannya.
terimakasih…