Feeds:
Posts
Comments

Archive for December, 2008

 Demi kebaikan isi tulisan terpaksa saya deleted.

Advertisements

Read Full Post »

 

Adnan sangat merasa kesal sekali… bayangkan Bubu (Perangkap Ikan yang terbuat dari bambu) dan Pangilar (Perangkap Ikan yang terbuat kawat kasa) yang dipasangnya di Aek Godang (Sungai Besar) selalu kosong melompong….

Adnan curiga pasti ada orang yang iseng yang mengambil ikan yang terperangkap didalamnya… pikir Adnan.

Diapun mencari akal bagaimana caranya untuk memastikan. (more…)

Read Full Post »

 Mobil masa depan....?!

Namanya RM Haryanto.. tapi Dia bukanlah turunan ningrat yang berdarah Blau, Dia Cuma anak Petani Kembang di Batu Raden Purwo Kerto.

Ragil Marjo Haryanto… begitu nama lengkapnya, orangnya agak pendiam tetapi soal melucu dia Ahlinya, begitu seriusnya mimiknya seolah olah dia serius padahal Cuma membanyol atau bercanda, apalagi keusilannya yang bisa kambuh dimana dan kapan saja.

Saya mengenalnya di Taman Kuring, pasar loak yang berada di Jakarta Selatan itu. (more…)

Read Full Post »

Helmut... Geli.... jangan... berhenti... jangan... berhenti..... jangan berhenti.... jangan berhenti..... terusin.....

Helmut....... jangan.....Geli........ah..... jangan........ berhenti........ jangan........ berhenti.......... jangan berhenti.... jangan berhenti..... terusin.....

Setelah beberapa urusan di Jakarta dan Cilegon selesai, rombongan kami melanjutkan perjalanan ke Surabaya yang nantinya akan diteruskan ke Semarang.

Pagi pagi kami sudah Checkout dari Hotel kemudian dengan shuttle bus yang berupa Van mengantarkan kami ke Bandara Sukarno Hatta di Cengkareng.

Ketika keluar dari Ancol dan akan belok kanan menuju Tol arah Bandara, kami melihat banyak Pak Ogah yang menyetop kendaraan yang akan melintas dan memberi peluang kendaraan yang akan memutar balik lebih dahulu, dengan imbalan sekedar uang recehan.

Melihat ini Helmut bertanya pada saya koq nggak pakaian seragam petugas, tetapi bebas menghentikan kendaraan lain kemudian menerima sesuatu dari pengendara… (more…)

Read Full Post »

Saya benar benar naik pitam, darah mudaku naik ke ubun ubun, tak kuperdulikan lagi akan keselamatanku…. kuraih lembaran cheque itu dengan kasar, sambil merobeknya kukatakan “Saya mungkin orang termiskin didunia, tetapi saya menuruti kemauanmu bukan karena uang… saya ingin Huey Lan bahagia … segitukah harga Putrimu…?! “ kata saya sambil melemparkan sobekan kertas itu saya keluar ruangan meninggalkan mereka, sayapun tak ingin melihat berapa nilai yang tertulis di lembaran Cheque itu.

Tak kuperdulikan suara panggilan Ayah Huey Lan yang mengatakan maaf dan bukan itu maksudnya, Dia tidak bermaksud menghina saya, tetapi apa bedanya toh saya harus berpisah dari Putrinya…

 

Setelah pertemuan saya dengan orang tua Huey Lan, hubungan kami semakin “Mesra” karena menurut Huey Lan kedua orang tuanya sangat terkesan akan sikap saya yang sangat santun dan jujur menjawab semua Pertanyaan mereka

 “Bah… Santun dan Jujur… nggak tau Dia… kalau orang ada maunya selalu begitu…?!” pikir saya dalam hati.

Kadang di weekend Dia menginap di tempat saya meskipun sudah saya minta agar Dia pulang saja, soalnya saya nggak enak sama kedua orang tuanya, tetapi Dia tetap memaksa, atau saya yang harus menginap di rumahnya, tentu saja ini ide yang cukup radikal, lebih parah lagi, ahirnya saya mengalah.

Suatu hari Huey Lan diajak Mamanya untuk Shopping, meskipun Dia lebih suka melewati Weekendnya bersama saya, ahirnya Dia menurut juga, ketika Dia menanyakannya kepada saya, saya katakan apa salahnya mengikuti kemauan Mamanya, toh sehabis belanja Dia bisa menemui saya kembali.

Ternyata ini adalah siasat Ayahnya yang akan bertemu dengan saya, ini saya ketahui setelah Manager Hotel yang juga salah satu kerabatnya itu menemui saya dan mengatakan bahwa Ayah Huey Lan ingin bertemu dengan saya di Hotel. (more…)

Read Full Post »

Inilah Tom... yang ditengah adalah Helmut... yang baju Hijau... cewek yang baru dikenal Helmut dan Menjadi Pacarnya....

Inilah Tom... yang ditengah adalah Helmut... yang baju Hijau... cewek yang baru dikenal Helmut dan Menjadi Pacarnya....

 Hampir dua bulan sudah usia Blog ini… postingan pertama saya pada tanggal 19 October malam… saya lirik ada 1010 comments yang tertera di sini, ini tidak termasuk sekian comment yang nadanya tidak pantas dimasukkan disini dan comment spam. (more…)

Read Full Post »

 

Setelah sekitar dua bulan kami berhubungan, Huey Lan mengatakan akan mengenalkan saya pada kedua orang tuanya dan juga beberapa kerabatnya, untuk itulah saya diundang pada ahir pekan untuk acara Minum Teh, atau Yam Cha bahasa sononya…(ejaannya mungkin kurang pas…).

Dia bertanya pada saya apakah saya Berani…?!  Bah… sayakan Gentleman dari Simangumban, masak nggak berani…?! pikir saya.

Setelah saya mengetahui siapa sebenarnya Huey Lan, ada sedikit perubahan pada perasaan saya padanya, entahlah sayapun tak paham… saya yang biasanya tidak suka membeda bedakan orang atas segala latar belakang kehidupannya, ternyata tak bisa membohongi diri sendiri, bahwa sedikit banyak latar belakang punya pengaruh juga.

 

 

Satu persatu semua yang selama ini dirahasiakan Huey Lan kuketahui dari pengakuannya sendiri.

Ternyata selama ini kalau saya mengantarkannya naik taxi, Dia hanya meminta Taxi memutar berkeliling kemudian kembali ke Hotel dan menaiki Mobil Roll Royce yang lengkap dengan supir pribadi itu menuju rumahnya, setelah yakin saya tak melihatnya, entah apa maksudnya melakukan itu. (more…)

Read Full Post »

Older Posts »