Feeds:
Posts
Comments

Archive for December 17th, 2008

Saya benar benar naik pitam, darah mudaku naik ke ubun ubun, tak kuperdulikan lagi akan keselamatanku…. kuraih lembaran cheque itu dengan kasar, sambil merobeknya kukatakan “Saya mungkin orang termiskin didunia, tetapi saya menuruti kemauanmu bukan karena uang… saya ingin Huey Lan bahagia … segitukah harga Putrimu…?! “ kata saya sambil melemparkan sobekan kertas itu saya keluar ruangan meninggalkan mereka, sayapun tak ingin melihat berapa nilai yang tertulis di lembaran Cheque itu.

Tak kuperdulikan suara panggilan Ayah Huey Lan yang mengatakan maaf dan bukan itu maksudnya, Dia tidak bermaksud menghina saya, tetapi apa bedanya toh saya harus berpisah dari Putrinya…

 

Setelah pertemuan saya dengan orang tua Huey Lan, hubungan kami semakin “Mesra” karena menurut Huey Lan kedua orang tuanya sangat terkesan akan sikap saya yang sangat santun dan jujur menjawab semua Pertanyaan mereka

 “Bah… Santun dan Jujur… nggak tau Dia… kalau orang ada maunya selalu begitu…?!” pikir saya dalam hati.

Kadang di weekend Dia menginap di tempat saya meskipun sudah saya minta agar Dia pulang saja, soalnya saya nggak enak sama kedua orang tuanya, tetapi Dia tetap memaksa, atau saya yang harus menginap di rumahnya, tentu saja ini ide yang cukup radikal, lebih parah lagi, ahirnya saya mengalah.

Suatu hari Huey Lan diajak Mamanya untuk Shopping, meskipun Dia lebih suka melewati Weekendnya bersama saya, ahirnya Dia menurut juga, ketika Dia menanyakannya kepada saya, saya katakan apa salahnya mengikuti kemauan Mamanya, toh sehabis belanja Dia bisa menemui saya kembali.

Ternyata ini adalah siasat Ayahnya yang akan bertemu dengan saya, ini saya ketahui setelah Manager Hotel yang juga salah satu kerabatnya itu menemui saya dan mengatakan bahwa Ayah Huey Lan ingin bertemu dengan saya di Hotel. (more…)

Advertisements

Read Full Post »