Feeds:
Posts
Comments

Archive for June 6th, 2009

Sejak saya mulai membantu Corrina memperbaiki rumah barunya, hubungan kami semakin dekat dan mesra, ternyata Corrina bukanlah orang yang sulit untuk bergaul, beliau sangat supel dan ramah penuh pengertian.

Melihat perkembangan ini Stigg menjadi sangat senang, senyuman ceria selalu mengambang dibibirnya setiap kali bertemu dengan saya di pagi hari , dilokasi pekerjaan.

Meskipun untuk hal ini saya harus menghadapi dan menjawab banyak pertanyaan pertanyaan darinya, yang kadang menurut saya sudah sangat keterlaluan.

Tetapi bagaimanapun Stigg adalah seorang sahabat yang selalu saya hormati karena telah banyak membimbing saya, apalagi saat ini saya sudah resmi berpacaran dengan Putri bungsunya.

Hari hari di Gothenborg menjadi lebih indah bagi ku barangkali juga dengan Corrina.

Setiap pulang kerja saya langsung kerumah barunya, melakukan apa saja yang bisa dibenahi, mulai dari interior, mengecat, sampai memotong rumput dan menata beberapa deret Pot Bunga yang menghiasi halaman depan dan belakang.

Semuanya kami lakukan bersama sama, saya menikmatinya, karena saya juga berharap bahwa saya akan tinggal dirumah ini juga.

Pada ahir pekan sabtu dan Minggu, ketika saya tidak masuk kerja, kami menginap dirumah yang belum selesai itu, Corrina sengaja membawa sebuah Spring Bed dan beberapa perlengkapan memasak lainnya sekedar untuk Emergency bila sewaktu waktu kami ingin tinggal dan bermalam disana.

Segalanya terasa indah, Corrina kelihatannya benar benar menyukai saya, ini saya rasakan dari hal hal kecil yang dilakukannya, perhatiannya yang tulus pada saya, saya bisa merasakannya.

Suatu hari Corrina mengajak saya ke sebuah Photo Studio, untuk membuat beberapa pose bersama yang tentunya dengan nuansa romance dan kemesraan, saya nggak protest, hanya menurut saja, karena saya pikir nggak ada salahnya juga, toh sayapun menyukainya.

 Photo itu kemudian dicetak dengan ukuran besar, dan dipajang diruang tengah sehingga bila siapapun yang memasuki rumah akan melihat Photo itu, mungkin sebagai Signal kalau yang empunya rumah sudah punya pasangan..?!

Hubungan saya dengan Corrina semakin akrab, ketika saya sedang bertugas di Kolombia dan China, diapun datang mengunjungi saya.

Stigg sangat mendukung dan sangat mengharapkan kami segera menikah, setelah itu dia akan mengajak saya untuk menangani perusahaannya bersama sama.

Tetapi saya bilang kalau sayapun punya carier yang nggak terlalu jelek sekarang ini, saya nggak butuh pekerjaan lain.

Kami mulai membicarakan soal pernikahan, yang bagi saya saat itu oke oke saja, nggak ada hal yang menghalangi saya untuk menikahi Corrina.

Tetapi saya mulai agak kurang sreg ketika kami mulai serius membahas soal pernikahan.

Ada beberapa hal yang menurut saya sangat prinsip didalam hidup ini yang kurang cocok dengan Corrina.

Pertama ketika saya sampaikan pada Corrina bahwa saya mau menikah untuk seumur hidup, tidak ada kamus bercerai, no matter what, no matter how…. tak ada alasan, sekali menikah untuk selamanya sampai ajal menjemput.

Karena ini adalah semacam “Sumpah” pada diri saya sendiri, setelah mengalami perpisahan kedua orang tua saya, meskipun mereka bersatu kembali menjelang akhir hidupnya.

Ternyata Corrina tidak bisa menjawabnya dengan pasti, ada keraguan didirinya.

Kedua ketika Corrina mengatakan bahwa dirinya ingin membuat contract pernikahan yang memuat klausul tentang Harta masing masing akan tetap pada pemilik masing masing bila terjadi perceraian, hal ini yang saya tolak mentah mentah, bukan karena saya ingin menguasai harta Corrina, tetapi saya pikir adalah sesuatu permulaan yang sangat buruk, kalau dari awal pernikahanpun sudah tidak ada Trust… sudah tidak saling percaya dan penuh kecurigaan.

Menurut saya bila dua orang memutuskan untuk menikah, seharusnya mereka harus berbagi bersama tentang hal apapun, jangankan harta…. penderitaan dan kesenanganpun harus dishare bersama.

Setelah melalui perdebatan yang panjang, saya mengajak Corrina untuk dengan sejujurnya menginventarisasi Harta dan milik masing masing.

Dari mulai rumah, mobil, rekening Bank dan semua investasi yang dimiliki, ternyata apa yang saya miliki masih jauh melebihi yang Corrina miliki, ahirnya dengan penjelasan saya, Corrina pun setuju kalau nanti menikah, semuanya menjadi milik bersama.

Ketiga dan ini yang menjadi penyebab perpisahan kami, Corrina mengatakan bahwa dia masih mengutamakan Carrier, untuk itu dia tidak mau mempunyai anak, dia ingin memusatkan perhatiannya di Carier, nggak mau disusahkan dengan kehadiran anak.

Ketika saya tanyakan apakah ini temporary sifatnya, yang hanya menunda saja untuk beberapa tahun kedepan…?!

Jawaban Corrina sangat pasti…. Untuk selamanya…!!!!!

Saya benar benar Patah arang….., kalau misalnya Istri tidak bisa punya anak karena sesuatu hal yang berhubungan dengan kesehatan atau lainnya, saya bisa menerimanya, atau akan memilih dengan mengadopsi seseorang.

Tetapi hal ini lain…., tidak mau sama sekali punya anak…!!!

 

Ketika hal ini saya sampaikan pada Stigg, dia berusaha berbicara dan membujuk Corrina untuk merubah pendiriannya, atau setidaknya untuk Consider dengan hal itu, tetapi Stigg pun gagal, diapun tak berhasil membujuknya.

 

Ahirnya dengan baik baik saya katakan pada Corrina dan Stigg juga, kalau saya bukanlah orang yang tepat untuk menjadi suaminya, Stigg pun bisa memahaminya.

Kamipun berpisah dengan baik baik……

 

Tetapi yang tidak saya mengerti adalah ketika Corrina menikah tahun 2005 yang lalu dengan suaminya yang orang swedia juga, tahun 2007 Corrina melahirkan seorang bayi laki laki, ini saya ketahui dari Jerry ketika saya bertemu dengannya di Pattaya Thailand.

 

Dunia memang aneh, kehidupan memang aneh, kodrat memang aneh, nasib juga aneh….

Atau mungkin saya sendiri yang aneh….?????

Read Full Post »